Metode Penelitian Kuantitatif

Nama : Febbi Amalia
Nim : 2284120026
Kelas : PMI 3/B

1. Konsep Dasar Metode Penelitian Kuantitatif

Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif
             Metode adalah cara yang tepat untuk melakukan sesuatu. atau biasa disebut juga sebagai teknik, prosedur, strategi. Sedangkan logos artinya ilmu atau ilmu pengetahuan. Metodologi adalah cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara seksama untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan penelitian adalah suatu kegiatan untuk mencari, mencatat merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporan. Jadi metode penelitian adalah ilmu yang mempelajari tentang cara atau tahapan-tahapan dalam penelitian berdasarkan fakta secara ilmiah.

Sejarah Penelitian

Sejarah penelitian itu mengenai asal mula dari adanya orang-orang tertarik untuk mengadakan penelitian adalah tidak terlepas dari keadaan yang menyebabkan timbulnya ilmu pengetahuan serta timbulnya penelitian.

Tugas-tugas ilmu pengetahuan dan penelitian

  1.    Mencandra / deskripsi
  2.    Menerangkan / ekspansi
  3.  Menyusun teori / hubungan sebab akibat
  4.  Ramalan / prediksi
  5.  Pengendalian / kontrol

Pendekatan ilmiah dan non ilmiah

Pengetahuan yang benar atau kebenaran memang secara inherent 
Pendekatan ilmiah => akan menghasilkan kesimpulan yang serupa bagi hampir setiap orang. Karena tidak dicampuri oleh keyakinan pribadi, bias, dan perasaan. Cara penyimpulannya juga bukan subjektif melainkan objektif.

Cara berfikir ilmiah :

1. Skeptif (hanya bukti-bukti/fakta-fakta)
2. Analitik (diperkirakan/nimbang-nimbang)
3. Kritik (mengembangkan perkiraan tadi)

Pendekatan non ilmiah :

  1.   Akal sehat (common sense)
  2.  Prasangka
  3.  Otoritas ilmiah dan kewibawaan
  4.  Penemuan kebetulan dan coba-coba
  5.  Pendekatan intuitif (dorongan hati)

Akar penelitian kuantitatif :

  1.  Ilmu pengetahuan
  2. Experimental reality (pengalaman, mengalami)
  3. Agreement reality (pengalaman dari kesepakatan kita dengan orang lain
Etika penelitian
    1.     Tidak boleh melakukan penipuan (pemalsuan data, mencontek orang lain)
    2. Memberi perlindungan pada partisipan dan bertanggung jawab
3.            3Menjamin anonimitas dan kerahasiaan
4. .Mengatur hubungan dengan sponsor

Dilema Penelitian :

    -       Benturan etika penelitian dengan kepentingan penghubung (gate keeper)

    -        Benturan etika penelitian dengan kepentingan politik

-         Benturan kepentingan yang berkaitan dengan dana 

 

2. Jenis-jenis Penelitian Kuantitatif

1.     Manfaat penelitian   

       a.      Penelitian murni

b.     Penelitian terapan

2.     Berdasarkan tujuan penelitian

a.      Penelitian eksploratif

b.     Penelitian deskriptif

c.      Penelitian eksplanatif

3.     Dimensi waktu

a.      Penelitian cross-sectional

b.     Penelitian longitudional

4.     Teknik pengumpulan data

a.      Peneltian survey

b.     Eksperimen

c.      Analisis isi

d.     Lapangan

e.      Wawancara

f.       Perbandingan Sejarah


3. Merancang Penelitian Kuantitatif

          Rencana penelitian adalah mencatat perencanaan dari cara berpikir dan merancang suatu strategi untuk menemukan sesuatu (proposal).

Beberapa hal yang harus diperhatikan :

1.     Topik dan merumuskan pertanyaan penelitian (pengalaman, pengetahuan)

2.     Melakukan penelusuran dan pembahasan teori

3.     Membuat struktur racangan penelitian

 

Sub pokok bahasan :

1.     Pemilihan topik

2.     Pembuatan latar belakang masalah penelitian

3.     Perumusan masalah

4.     Tujuan dan signifikasi penelitian

 Hubungan topik penelitian dengan pertanyaan penelitian

Pemilihan topik penelitian difokuskan/dipersempit. Peneliti dapat melilih satu atau lebih pertanyaan penelitian. Penelitian kualitatatif = 100 penelitian kuantitatif = 80 halaman

Pemilihan topik

1.     Pengalaman pribadi dan kehidupan sehari-hari

2.     Masalah di media massa

3.     Pengetahuan lapangan dan memperbandingkannya dengan teori

4.     Kebutuhan memecahkan masalah

5.     Peluang (social premiums)

6.     Nilai-nilai pribadi 

Teknik pengumpulan topik menjadi pertanyaan penelitian (research question)

-         Melakukan kajian literatur

-         Mendiskusikan dengan orang yang menguasai topik tersebut

-         Menetapkan isi secara spesifik

-         Menetapkan tujuan penelitian

Trik penyempitan pemilihan topik

-         Penyempitan wilayah

-         Penyempitan waktu

Pembuatan latar belakang masalah penelitian

-         Menyajikan gambaran mengapa penelitian menarik untuk diteliti

-        Diuraikan dalam bentuk deduksi dimulai dengan hal-hal yang umum dan diakhiri dengan pembatasan masalah. Ada 2 model :

1.     Menguraikan adanya kesenjangan antara objektif dengan normatif atau asumsi-asumsi tertentu

2.     Menggambarkan perkembangan teori atau suatu kondisi objektif tanpa membandingkannya dengan kondisi normatif

Perumusan masalah

-         Penggunaan istilah pertanyaan, perumusan atau pokok  masalah dalam satu penelitian adalah sama.

-         Pada dasarnya permasalahan dalam penelitian merupakan perumusan masalah ke dalam bentuk yang lebih terfokus. Bagian ini tidak terpisahkan dengan paparan yang terdapat dalam latar belakang masalah.

-          Konsep utama yang akan digunkan dalam penelitian ini dapat dimunculkan (bukan dalam bentuk pendefinisian, melainkan dalam bentuk penggambaran secara objektif)

-         Biasanya pada bagian akhir dari permasalahan, penelitian telah dapat merumuskan pertanyaan (research question) 

-         Banyak pertanyaan tentang berapa banyak pertanyaan penelitian yang harus diajukan dalam suatu penelitian. Sebenarnya jumlah banyaknya pertanyaan penelitian sangat relatif, tergantung dari kebutuhan penelitian tersebut. Hal yang paling penting adalah agar pertanyaan tersebut lebih fokus.

Tujuan dan signifikasi penelitian

-         Berdasarkan klasifikasi penelitian, tujuan penelitian terdiri:

a.      Eksploratif : menggali gejala atau fenomena yang relatif baru.

b.     Deskriptif : memberi gambaran detail suatu fenomena atau gejala.

c.      Eksplanatif : menemukan penjelasan mengapa suatu gejala terjadi (gambaran hubungan sebab akibat)

-         Seorang penelitian kuantitatif dapat memilih jenis penelitian apa yang akan digunakannya.

-         Sesuai dengan salah satu asumsi pada pembahasan pendekatan kuantitatif yang menyatakan bahwa penelitian kuantitatif mendasakan pada teori, maka tidak dimungkinkan peneliti menggunakan penelitian dengan jenis eksploratif. Oleh karena itu, hanya penelitian deskriptif dan eksplanatif saja yang dapat dipilih.

    Penelitian kuantitatif dilihat dari kemanfaatannya:

ü  Akademis; suatu penelitian dapat dikatakan memiliki manfaat akademis jika jawaban yang diperoleh dapat menyumbang pemahaman ilmiah. Perbaikan atau modifikasi teori yang telah ada atau bahkan pembentukan konsep atau teori baru

ü  Praktis; penelitian yang memiliki manfaat praktis terjadi jika penelitian tersebut dapat dimanfaatkan lansung untuk tujuan dan kepentingan praktis pemecah suatu masalah

ü  Sosial; manfaat sosial dari suatu penelitian dapat berupa pembentukan kesadaran, pengetahuan serta sikap masyarakat atau kelompok sosial tertentu

ü  Teknis; manfaat teknis dalam suatu penelitian terjadi jika penelitian tersebut berusaha untuk menjawab masalah penelitian dengan melahirkan teknik/metode penelitian atau pengukuran yang lebih valid dan atau reliabel. 

 

5. Menyusun Kerangka Teori

1.     Menyusun teori untuk kerangka penelitian

Teori adalah seperangkat kontruk, konsep definisi, proposisi, yang berfungsi melihat fenomena secara sistematik.

Fungsi teori ; sebagai jembatan antara permasalahan dan hipotesis

Macam-macam teori:

a.      Deduktif ; keterangan yang dimulai dari pemikiran ke arah teori

b.     Induktif ; menerangkan teori ke arah pemikiran

c.      Fungsional ; gabungan antara deduktif dan induktif 

Cara mengembangkan teori

-         Melakukan kajian-kajian pustaka / mencari konsep-konsep

-         Daftar variable

-         Kerangka

 

2.     Hipotesis

Hipotesis adalah pernyataan, penjelasan, jawaban sementara dari pernyataan penelitian.

Fungsi hipotesis : memfokuskan, mengarahkan penelitian

Macam-macam hipotesis :

-         Hipotesis penelitian ; menyatakan hubungan secara professional

-         Hipotesis statistik ; alternatif 

Ciri-ciri hipotesis yang baik :

1.     Konsisten dengan penelitian sebelumnya

2.     Menyatakan dengan jelas hubungan antara variabel

3.     Mendefinisikan variabel secara operasional dan terukur

4.     Dapat diuji secara empirik (uji validitas, reliabilitas)

5.     Sederhana dan spesifik

 

6. Unsur-unsur Penelitian (populasi dan sampel)

Metode penelitian

1.     Metode/pendekatan/jenis

-         Pendekatan (sebutin, jelasin, korelasiin)

-         Metode ; kuantitatif (sebutin, jelasin, korelasiin) untuk mengukur

-         Jenis/ tipe ; manfaat, dimensi waktu, tujuan, teknik pengumpulan data

Dilihat ke tujuan kita ; analisis, eksplanatif, mendeskripsikan, deskriptif (sebutin, jelasin, korelasiin)

2.     Hubungan variabel

Vd ; konsep pola piker

Vi ; literasi

3.     Populasi dan sampel

-         Populasi adalah suatu kumpulan dari seluruh kemungkinan orang-orang, objek-objek dan ukuran lain dari objek yang menjadi perhatian.

-         Sampel adalah Sebagian atau keseluruhan populasi yang menjadi objek untuk mewakili populasi.

-         Teknik pengambilan sampel : suatu cara atau proses untuk memperoleh sampel dari populasi. 

4.     Teknik pengumpulan data : observasi, angket, dokumentasi

5.     Instrumen penelitian misal, angket, kuisioner (sebutin, jelasin, korelasiin)

6.     Teknik analisis data

 

Macam-macam teknik pengambilan sampel

1.     Proses pemilihannya

-         Teknik pengambilan sampel dengan pengembalian (sampling with replacement)

-         Teknik penarikan sampel tanpa pengambilan (sampling without replacement)

2.     Peluang pemilihannya

-         Teknik pengambilan sampel probabilitas (probability sampling) : acak, random, sistematik, berstrata (kelas), cluster (kelompok). Biasanya untuk masyarakat homogen.

-         Teknik pengambilan sampel non probabilitas (non probability sampling) : convenience sampling (kemudahan), judgement/purposive (menentukan syarat-syarat tertentu, quota sampel (menentukan jumlah kuota), snowball sampling (penelitian sensitif)

 

Penentuan jumlah sampel

Suatu cara atau proses untuk memperoleh ukuran jumlah

Rumus slovin

n= N/N(d)² + 1

n= sampel, N= Populasi, d= nilai presisi 95% / sig. 0,05

Rumus proporsi/tabel Isaac dan Michael

Masalah yang dihadapi dalam pembuatan kerangka sampel:

1.     Blank forgein element, yaitu kendala tidak dapat ditemui orang tidak dapat di wawancarai

2.     Incomplete frame, kendala yang dihadapi hampir sama dengan blank forgein element bedanya orang yang harusnya jadi sampel belum tercatat

3.     Cluster of element, berbeda dengan yang dibutuhkan.

 

7. Analisis Data Kuantitatif

    Data Coding => Data Entering => (jika ada kesalahan) Data Cleaning, (jika tidak ada kesalahan) Data Output => Data Analyzing.

Data output : a. Numerik => nominal/ordinal

                      b. Grafik => interval/rasio
Skala : a. nominal, data yang hanya dapat dikategorikan
            b. ordinal, data yang dapat dikategorikan dan dapat diberi peingkat
            c. interval, data yang dapat dikategorikan, dapat diberi peringkat dan dapat diberi                     jarak yang sama.
            d. rasio, data yang dapat dikategorikan, dapat diberi peingkat, memiliki jarak yang                    sama dan nol mutlak.

Data analyzing : 1. univariat => lebih dari 1 variabel

                           2. bivariat => hubungan 1 arah
                           3. multivariat => perbandingan variabel

8. Analisi Data Kuantitatif

1.     Data Coding (Pengkodean Data)

Suatu proses penyusunan secara sistematik data mentah (yang dalam kuisioner) ke dalam bentuk yang mudah dibaca oleh mesin pengolah data seperti komputer.


Contoh soalnya : ada 2 pertanyaan terbuka itu pakai pilihan

Huruf-huruf yang ada pada pertanyaan diubah menjadi kode angka. Pemberian kode ini didasarkan pada asumsi bahwa seharusnya pelaksanaan jaring pengaman sosial ini baik sehingga yang memberikan jawaban sangat baik akan mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang menjawab baik, cukup baik, tidak baik, dan sangat tidak baik.dan tertutup itu kita harus punya jawaban sendiri.

Yang harus diperhatikan oleh peneliti ketika membuat kode jawaban adalah kode jawaban harus baku dan konsisten (tidak berubah-ubah). Hal ini dimaksudkan agar hasil penelitian Ketika dilakukan indeks atau skala memiliki validitas yang tinggi. Oleh karena itu, bagi peneiti pemula diperlukan semacam buku yang memuat kode-kode atau sering disebut sebagai buku kode.

2.     Pemindahan Data (data entering)

Memindahkan data yang telah diubah ke kode ke dalam mesin pengolahan data. Caranya dengan membuat coding sheet (lembar kode), direct entry, optical sheet (seperti lembar isian komputer menggunakan pensil 2B, dan CATI (Computer-Assisted Telephone Interviewing) yang biasa digunakan pada saat polling melalui telepon.

Program komputer yang dapat dipakai untuk mengolah data, antara lain SPSS (Statistical Package for Social Science), Microstat, Survey Mate, STATS Plus, SAS, Microquest, dan lain-lain.

3.     Pembersihan Data (data cleaning)

Data cleaning adalah memastikan bahwa seluruh data yang telah dimasukan ke dalam mesin pengolah data sudah sesuai dengan sebenarnya. Di sini peneliti memerlukan adanya ketelitian dan akurasi data. Caranya dengan possible code cleaning, contingency cleaning, dan modifikasi (melakukan pengkodean kembali data yang asli).

-         Possible code cleaning, adalah melakukan perbaikan kesalahan pada kode yang jelas tidak mungkin ada akibat salah memasukan data. Contohnya : jenis kelamin hanya terdiri dari 2 kode, yaitu kode 1 untuk laki-laki dan kode 2 untuk perempuan atau sebaliknya karena variabel ini berskala nominal. Namun, dalam kode yang dimasukan ke dalam computer, tertera kode 7. Maka kode ini jelas salah dan harus dilihat kembali pada kuesioner asli.

-         Contingency cleaning (lebih rumit dibandingkan dengan possible code cleaning) yaitu kesalahan yang terjadi akibat adanya struktur kuesioner yang hanya khusus dijawab oleh sebagian orang saja, sedangkan yang lain tidak. Misalnya pertanyaan tentang jumlah anak yang dimiliki oleh seorang perempuan. Pertanyaan ini khusus untuk perempuan. Namun, adakalanya terdapat pula keteledoran sehingga responden yang laki-laki pun juga ditanyakan. Untuk kasus yang seperti ini dapat dikatakan bahwa seharusnya pada jenis kelamin laki-laki diberi kode tidak relevan (misalnya angka 9, 99, 999, dan seterusnya). Oleh karena itu, harus diperiksa kembali konsistensi antara kode jawaban yang satu dengan kode jawaban yang lain.

-         Modifikasi adalah melakukan pengodean kembali (recode) data yang asli. Misalnya ternyata jenis kelamin, yaitu 1 untuk laki-laki dan 2 untuk perempuan diubah menjadi kode 0 untuk laki-laki dan kode 1 untuk perempuan.

4.     Penyajian Data (data output)  

Data output adalah hasil pengolahan data.

a.      Numerik atau dalam bentuk angka  

      Hasil pengolahan data yang berupa numerik dapat disajikan dalam bentuk tabel        frekuensi dan tabel silang.
b.     Grafik atau dalam bentuk gambar
          Penyajian data dengan menggunakan grafik atau gambar lebih menarik jika                 dibandingkan penyajian data menggunakan tabel frekuensi maupun tabel silang. Namun,     penyajian data menggunakan gambar atau grafik juga memiliki kelemahan yaitu adanya     informasi yang hilang. Pembuatan grafik harus memperhatikan tingkat pengukuran yang     dipergunakan.

5.     Penganalisisan Data (data analyzing)

    Penganalisisan data adalah suatu proses lanjutan dari proses pengolahan data untuk        melihat bagaimana menginterpretasikan data, kemudian menganalisis data dari hasil        yang sudah ada pada tahap hasil pengelolahan data.


Tahapan dalam analisis data kuantitatif

    1.     Analisis Univariat
-         Distribusi frekuensi, atau tabel frekuensi adalah susunan data dalam suatu tabel yang telah diklasifikasikan menurut kelas atau kategori-kategori tertentu. 
-         Ukuran pemusatan (central tendency), suatu ukuran yang digunakan untuk melihat seberapa besar kecenderungan data memusat pada nilai tertentu. Nilai tertentu tersebut berupa nilai tunggal atau nilai pusat. Disebut nilai pusat karena pada umunya nilai tersebut berlokasi di bagian tengah atau pusat dari suatu distribusi. Ukuran pemusatan terdiri dari :

a.      Modus (mode) merupakan nilai data yang mempunyai frekuensi terbesar dalam suatu kumpulan data. Modus dapat digunakan untuk semua tingkat pengukuran. Namun, demikian modus paling cocok digunakan untuk data yang diukur dengan tingkat pengukuran nominal.

b.     Rata-rata (mean) ditentukan dengan cara menjumlahkan nilai seluruh pengamatan dibagi dengan banyaknya data. Pada umumnya, rata-rata dapat digunakan apabila ada data memiliki tingkat pengukuran interval atau rasio.

c.      Median merupakan nilai yang terletak di Tengah bila nilai pengamatan disusun secara teratur menurut besar, dari kecil ke besar atau sebaliknya besar ke kecil. Nilai median ini sangat dipengaruhi oleh letak urutan dan nilai Kumpulan data sehingga median sering kali disebut sebagai positional average (rata-rata letak). Median dapat dipergunakan bila data memiliki tingkat pengukuran minimal ordinal.

-         Ukuran penyeberan (dispersion) merupakan yang menyatakan seberapa jauh nilai pengamatan yang sebenarnya menyimpang atau berbeda dengan nilai pusatnya. Jenis ukuran penyebaran terdiri dari :   
a. Range (jangkauan) adalah selisih nilai maksimum dengan nilai minimum dalam suatu Kumpulan data.

 b.     Variance (variansi) merupakan jumlah kuadrat dari selisih nilai dan pengamatan dengan rata-rata dibagi banyaknya data pengamatan.

 c.      Standar deviation (simpangan baku) merupakan akar kuadrat dari variansi.

-         Uji perbedaan
Adakalanya walaupun kita menggunakan satu variabel penelitian kita menggunakan dua atau lebih kelompok sampel. Pengujian ini disebut dengan uji perbedaan, yaitu untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Bebrapa uji adalah untuk menguji perbedaan;

a)     Uji t untuk dua sampel independent, digunakan tidak memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya dan variabel yang digunakan berskala rasio. Misalnya penelitian tentang perbedaan usia antara kelompok sampel yang tinggal di desa dengan kelompok sampel yang tinggal di kota.

b)     Uji t untuk dua sampel berpasangan digunakan jika variabel yang diuji berskala rasio maupun kedua sampel yang diteliti adalah sampel yang berhubungan. Misalnya penelitian tentang perbandingan jumlah produksi sebelum diberikan metode baru dan setelah diberikan metode baru.

c)     Uji Mc-Nemar, digunakan untuk variabel yang berskala nominal atau untuk mengatakan signifikansi perubahan.

2.     Analisis Bivariat

-         Chi-square (x2)
Ukuran statistik ini merupakan ukuran yang berusaha untuk mengkaji hipotesis bahwa antara variabel independen dan variabel dependen terdapat hubungan yang signifikan. Namun, mengingat uji statistic ini hanyalah uji independensi, hanya sedikit memberikan informasi mengenai kekuatan atau bentuk asosiasi diantara dua variabel. Nilai chi-square ini juga akan bertambah dan sebaliknya semakin kecil jumlah sampel nilai chi-square juga akan semakin kecil.
-         Lamda
Lamda merupakan ukuran pengurangan proporsional pada keseluruhan atau proporsional reduction in error (PRE). Dengan ukuran ini arti dari asosiasi menjadi lebih jelas. Dasar pengukuran ini adalah rasio dan pengukuran kesalahan dalam memprediksi nilai-nilai dari sebuah variabel yang didasarkan pada variabel itu sendiri dan pengukuran kesalahan yang sama diaplikasikan untuk memprediksi dengan berdasarkan sebuah variabel tambahan.
Nilai lamda selalu diantara 0 dan1. Nilai 0 berarti variabel independen tidak dapat memprediksi variabel dependen dan nilai 1 berarti varibel independen sangat jelas menentukan variabel dependen. Uji coba lamda digunakan untuk variabel yang memiliki tingkat pengukuran nominal dengan arah hubungan asimetrik.
-         Tau kendali
Tau kendali merupakan ukuran korelasi nonparametik yang digunakan untuk variabel ordinal dengan arah hubungan simetrik dan asimetrik. Dasar pengukuran ini adalah perbandingan nilai dari kedua variabel untuk seluruh pasangan data yang ada.
-         Somers’d
Ukuran ini digunakan untuk mengukurkekuatan hubungan pada tingkat pengukuran ordinal dengan arah hubungan asimetrik dan simetrik.
-         Koefisien Korelasi Spearman
Koefesien korelasi ini digunakan untuk mengukur kondisi antara variabel yang memiliki tingkat pengukuran ordinal. Untuk seluruh data, nilai dari masing-masing variabel diberi peringkat dari yang terkecil hingga yang besar.
-         Koefesien Kerelasi Product Moment Pearson
Ukuran ini digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan linier antara data yang menilai tingkat pengukuran interval/rasio dengan arah hubungan simetrik koefisien yang dihasilkan bernilai antara -1 hingga +1, yang menujukan apakah hubungan linier tersebut positif atau negatif.
-         Regresi Linier
Ukuran statistik ini digukankan untuk menguji hubungan antara sebuah variabel dependen dengan satu atau beberapa variabel independen. Jika variabel dipenden dihubungkan dengan sebuah variabel independen, persamaan regresi yang dihasilkan adalah regresi nilai sederhana. Jika varibel independennya lebih dari satu, regresi yang dihasilkan adalah regresi linier berganda (multiple linier regression). Ukuran statistik ini dipergunakan untuk variabel yang berskala rasio dengan arah hubungan asimetrik.

3.     Analisis Multivariat

        Secara umum, jenis analisis multivariat dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :
-         Tabel silang

Penggunaan tabel silang pada analisis multivariat tidak jauh berbeda dibandingkan dengan analisis bivariat. Tabel silang pada multivariat memiliki satu atau lebih variabel tambahan yang berfungsi sebagai variabel kontrol.

Cara membuat persentase dan menginterpretasikan tabel multivariat tidak berbeda dengan prosedur yang dilakukan tabel bivariat.  

-         Elaborasi
Yaitu cara yang dilakukan untuk membandingkan hubungan antara dua variabel dengan hubungan antara variabel yang sudah dibelah dengan variabel kontrol. Elaborasi dapat dilakukan dengan melihat hasil pada persentase tabel atau juga melihat kekuatan hubungan melalui uji statistik seperto yang telah dijelaskan di atas.

Ada beberapa bentuk elaborasi yaitu sebagai berikut:

a.      Replikasi

Bentuk elaborasi ini terjadi jika hubungan multivariat (setelah elaborasi) sama dengan atau mengulang hubungan bivariat yang ada. Misalnya antara tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan. Pada bivariat hubungannya kuat setelah dikontrol dengan jenis kelamin, ternyata tidak ada perbedaan antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan atau jika menggunakan pengujian kekuatan hubungan.

b.     Spesifikasi

Pengertian bentuk spesifikasi adalah jika hubungan bivariat hanya terikat pada salah satu hasil elaborasi atau hubungan menjadi spesifik pada ssalah satu kategori. Contohnya pada laki-laki hubungan kuat tetapi pada atau jika menggunakan pengujian kekuatan hubungan.

c.      Interpretasi

Pada bentuk ini hubungan bivariat menjadi lebih lemah atau hilang pada hasil elaborasi (dengan variabel kontrol adalah variabel antara) atau keberadaan hubungan antara variabel dependen tergantung dari variabel antara (intercoming variabel).

d.     Eksplanasi

Jika hubungan bivariat menjadi lebih lemah atau hilang pada hasil elaborasi (dengan variabel control adalah variabel pendahulu) atau keberadaan hubungan antara variabel independen dan dependen tergantung dari variabel anteseden.

e.      Variabel Penekan

Variabel penekan (suppressor variable) terjadi jika tidak ada hubungan terlibat pada hasil elaborasi atau hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen yang semula tidak ada tetapi setelah dihadirkan variabel ketiga, hubungan tersebut menjadi tampak jelas.

f.       Pengujian Hipotesis 

Metode pengambilan keputusan yang didasarkan dari analisa data. Dalam statistik sebuah hasil dapat dikatakan signifikan secara statistik jika kejadian tersebut hampir tidak mungkin disebabkan oleh faktor yang kebetulan, sesuai dengan batas probabilitas yang sudah ditentukan sebelumnya



Komentar